Copyright 2019 - www.setiabhakti.id

 

Pendirian beberapa sekolah negeri baru di Cilawu dan sekitarnya, khususnya SMK berdampak signifikan terhadap penerimaan siswa/i baru di SMA Setia Bhakti. Disamping itu, adanya program bantuan siswa miskin juga turut serta membantu siswa/i tidak mampu untuk bersekolah di berbagai sekolah. Namun demikian, berbagai upaya perbaikan kualitas yang kami lakukan telah menunjukkan hasil dengan adanya tren kenaikan jumlah murid di sekolah kami. 

Selama lima tahun terakhir, angka kelulusan sekolah kami selalu mencapai 100% lulus. Adapun untuk angka melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi rata-rata lima tahun terakhir berada pada kisaran 21,3%. Mayoritas lulusan sekolah kami masih berorientasi bekerja untuk membantu perekonomian keluarga serta menikah untuk siswa perempuan.

 

f t g

 

Yayasan Setia Bhakti Genteng (Yasebha) merupakan sebuah institusi independen yang bergerak pada empat sektor utama: Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Seni dan Budaya. Di sektor pendidikan, Yasebha memiliki 6 sekolah di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Empat sekolah di Kabupaten Garut yaitu (1) TK Setia Bhakti, (2) SMP Setia Bhakti Cilawu, (3) SMA Setia Bhakti Cilawu, dan (4) SMK Setia Bhakti Cilawu. Adapun dua sekolah kami di Kabupaten Tasikmalaya yaitu SMP Widya Mukti dan SMK Widya Mukti. Selain pendidikan formal, kami juga bergerak di bidang pendidikan informal antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai kursus keahlian.

 

Sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Sunda, Yasebha mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Setia Bhakti. Sanggar ini menaungi siswa/i dari sekolah-sekolah di bawah Yasebha, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.

 

Di sektor ekonomi, Yasebha mendirikan beberapa Toko Bahan Bangunan dan Pembuatan Mebelair di Kabupaten Garut dan Kota Bandung. Yasebha juga mendirikan Pasar Sehat Genteng, sebuah pasar tradisional swadaya pertama di Garut yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, Yasebha mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. Berbekal dari pengalaman tersebut, cakupan semakin diperluas dengan kegiatan rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat industri batu bata dengan metode Agroforestry.