Copyright 2019 - www.setiabhakti.id

Nina Kurnia

Nina Kurnia adalah guru TK Setia Bhakti yang sudah bergabung sejak awal pendirian sekolah ini pada tahun 1990. Pendidikan yang pernah ditempuh oleh Nina adalah Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang dilanjutkan dengan Program Diploma II PGTK di LIPI pada tahun 1999. Adapun pendidikan Studi Strata-1 diselesaikan di STKIP Siliwangi Bandung.

Nina Kurnia berasal dari daerah Suci Karangpawitan dan telah menikah dengan Iwan Ridwan. Nina telah dikaruniai dua orang anak yaitu Yoga Agustiansyah dan Salwa Az-zahra. Nina juga memiliki hobi yang menjadi bisnis sampingannya yaitu merias pengantin, membuat kue pengantin, dan catering.

 

Iis Muslihat

Iis Muslihat bergabung dengan Yayasan Setia Bhakti sejak Juni tahun 2005. Iis Muslihat lahir di Garut pada tanggal 06 Desember 1988. Pendidikan terakhir yang telah diselesaikan oleh Iis Muslihat yaitu jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP Siliwangi Bandung pada tahun 2012. Pada saat ini Iis sedang melanjutkan Pendidikan Strata-1 Jurusan Pendidikan Guru PAUD di STKIP Siliwangi Bandung.

Iis Muslihat bertempat tinggal di Kampung Cikancung RT 03 RW 04 Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu. Iis sudah menikah dengan Asep Djunaedi pada tahun 2007 dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Ilham Musthofa.

 

Omah Rohmah

Omah Rohmah merupakan salah satu alumni dari SMA Setia Bhakti dan telah bergabung sebagai guru TK Setia Bhakti sejak bulan Juni tahun 1995. Omah Rohmah lahir di Garut tanggal 12 juni 1974. 

Saat ini Omah Rohmah bertempat tinggal di Kampung Cikancung RT 02 RW 02 Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu. Dua orang buah hati senantiasa menghiasi keseharian Omah Rohmah, yakni Eka Oktaviani dan Parhan Maulana.

 

Ratna Wulandari

Ratna Wulandari lahir di Tasikmalaya pada tanggal 13 Juni 1985. Ratna merupakan guru baru di TK Setia Bhakti yang mulai bergabung pada bulan Juli tahun 2016. Ratna saat ini sedang menempuh pendidikan S-1 di STKIP Panca Sakti Semester 7. Ratna sudah menikah dengan Uus Suhendar 10 tahun yang lalu. Hingga saat ini mereka telah dikaruniai dua anak. Anak yang pertama bernama Ghaisa Nursyifa Awwaliyah berusia 7 tahun dan sedang duduk di kelas 2 SD. Adapun anak kedua bernama M. Syifaul Munawwar berusia 2 Tahun. Ratna tinggal di Kampung Rancamaya RT 01 RW 02, Sirnagalih, Cigalontang, Tasikmalaya.

 

f t g

 

Yayasan Setia Bhakti Genteng (Yasebha) merupakan sebuah institusi independen yang bergerak pada empat sektor utama: Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Seni dan Budaya. Di sektor pendidikan, Yasebha memiliki 6 sekolah di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Empat sekolah di Kabupaten Garut yaitu (1) TK Setia Bhakti, (2) SMP Setia Bhakti Cilawu, (3) SMA Setia Bhakti Cilawu, dan (4) SMK Setia Bhakti Cilawu. Adapun dua sekolah kami di Kabupaten Tasikmalaya yaitu SMP Widya Mukti dan SMK Widya Mukti. Selain pendidikan formal, kami juga bergerak di bidang pendidikan informal antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai kursus keahlian.

 

Sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Sunda, Yasebha mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Setia Bhakti. Sanggar ini menaungi siswa/i dari sekolah-sekolah di bawah Yasebha, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.

 

Di sektor ekonomi, Yasebha mendirikan beberapa Toko Bahan Bangunan dan Pembuatan Mebelair di Kabupaten Garut dan Kota Bandung. Yasebha juga mendirikan Pasar Sehat Genteng, sebuah pasar tradisional swadaya pertama di Garut yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, Yasebha mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. Berbekal dari pengalaman tersebut, cakupan semakin diperluas dengan kegiatan rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat industri batu bata dengan metode Agroforestry.