Copyright 2019 - www.setiabhakti.id

 

Anton Abdul Fatah

Memiliki tanggung jawab sebagai Ketua Umum di Yayasan Setia Bhakti sejak tahun 2013. Sulung dari lima bersaudara dari keturunan Alm. Drs. H. Rukana ini lahir di Garut tanggal 9 Januari 1985. Sederet prestasi mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan dunia telah di raihnya sejak duduk di bangku sekolah dasar

Pria yang memiliki hobi membaca dan memancing ini berhasil mendapatkan beasiswa fulbrigt dari Pemerintah Amerika Serikat untuk menimba ilmu di negeri Paman Sam tersebut. Anton lulus dengan  gelar Master of Public Admnistration  dari Martin School of Public Policy tahun 2016 dengan predikat Cum Laude serta mendapatkan penghargaan the Best Paper Award 2016 dan Phi Alpha Alpha Award.

Walaupun sederet prestasi lokal dan internasional telah diraihnya, tidak membuatnya lupa akan kampung halamannya. Keprihatinan akan kondisi lingkungan yang rusak akibat produksi batu batu telah mendorongnya melakukan perbaikan lingkungan dengan membentuk Yasebha Agro. Sebagai Founder Yasebha Agro, telah mengantarkannya meraih First Winner E-Idea Competition dari British Council,  Finalis Rolex Award 2013 di Hongkong, serta terpilih dua tahun berturut-turut sebagai peserta Clinton Global University di Miami (2015) dan California (2016).

Selaku Ketua Umum Yayasan Setia Bhakti, dia bertekad untuk melanjutkan cita-cita pendiri bahkan membangun dan mengembangkan sektor-sektor lainnya seperti kesehatan dll. Dia juga berharap kesejahteraan masyarakat Cilawu pada khususnya akan terus meningkat serta siswa-siswi Setia Bhakti akan meraih prestasi lebih dari yang telah diperoleh dirinya. 

 

Budi M. Isnaensi

Anak kedua dari Alm. Drs. H.Rukana dan Almh. Ibu Hj. Lilis Noor Aida ini merupakan alumni dari SMAN 5 Bandung tahun 2005 dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil. Pria yang lahir pada tanggal 13 Juli 1987 ini memiliki banyak prestasi semenjak beliau belajar di bangku sekolah. Adapun prestasi-prestasi terbaiknya adalah Juara Pidato Bahasa Sunda Tingkat SMP se-Jawa Barat tahun 1999 & Tahun 2000, Juara 1 Pidato Bahasa Sunda Tingkat SMA Se-Kota Bandung Tahun 2002, serta Finalis Mojang Jajaka Tahun 2004. Di dunia entrepreneurship, Budi menerima penghargaan baik nasional maupun internasional yaitu Juara 2 Nasional MBM Challenge Bank Mandiri 2013 dan First Global Winner di ajang Social Enterprise Challenge WIOT 2015 di Madrid, Spanyol. Selain itu, Budi juga beberapa kali menjadi pembicara pada seminar dan simpusium, seperti pembicara pada U-Gen Fest Musi Summit Palembang tentang socio-enterpreneur tahun 2014, 

Prestasi yang cemerlang juga gagasan-gagasannya yang mampu mengembangkan yayasan membuatnya dipercara sebagai Direktur Utama sektor ekonomi Yayasan Setia Bhakti. Selain itu, sebagai Ketua Yayasan Setia Bhakti membuat beliau menjadi bagian yang paling penting sebagai pelaksana program-program rutin dan perkembangan Yayasan Setia Bhakti saat ini.

 

Taufik Hidayat

Pria yang akrab disapa Taufik atau Opik ini lahir pada tanggal 10 Desember 1989.  Pemilik akun instagram @tauhid11 ini merupakan alumnus dari Program S1 Akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntansi Universitas Widyatama ini memiliki peran sebagai General Accounting And Treasurer Yayasan Setia Bhakti. Sebagai juara Maranatha National Accounting Competition, Taufik kini juga ikut terlibat aktif dalam pengembangan lintas sektor di Yayasan Setia Bhakti khususnya di sektor ekonomi.

Besar dan tumbuh bersama Perintis Yayasan Setia Bhakti membuat Taufik tergagas untuk melakukan kegiatan sosial di lingkungan sekitarnya. Kiprah di bidang sosial dan pelestarian lingkungan telah mengantarkannya menjadi Bayer Young Environmental Envoy pada tahun 2011 oleh PT Bayer Indonesia. Selain itu, keikutsertaannya dalam mengembangkan Pasar Sehat Genteng memperoleh pengakuan dari dunia Internasional sebagai Global Winner WIOT 2015 di IE University Madrid Spain dan ikut serta dalam program US-Embassy Social Entrepreneur cohort program selama 3 minggu di Seattle Amerika Serikat pada tahun 2015.

 

Ginanjar M. Sukamdani

Pemuda yang sering disapa “jueng” ini memiliki Ginanjar Muhamad Sukamdani. Dia dilahirkan di Garut tepatnya tanggal  19 April 1992 dengan selamat, sehat, dan dalam keadaan lucu. Merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara atau dalam bahasa sunda sering disebut pangais bungsu. Sampai saat ini masih belum ada yang mengisi dan menemani kekosongan hati atau sering disebut oleh anak muda sekarang single, bisa disimpulkan status sampai saat ini belum menikah. 

Ginanjar sendiri bersekolah dimulai sejak TK di TK Setia Bhakti tahun 1996 sampai 1998, dan memulai perjalanan di sekolah dasar di SDN Margalaksana tahun 1998 dan sempat pindah ke Bandung di SDPN Sabang sampai lulus tahun 2004. Setelah belajar di SDPN Sabang, dia meneruskan sekolah di SMPN 27 Bandung sampai lulus pada tahun 2007. Pada tahun 2010 dia meneruskan sekolah di SMAN 1 Garut sampai lulus, dan setelah lulus meneruskan sekolah di UPI dengan memilih Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah sampai lulus tahun 2014. Ketika masih berstatus pelajar banyak prestasi beliau, diantaranya pernah menjadi Wakil Ketua MPK SMAN 1 Garut, Ketua Keluarga Mahasiswa Garut UPI (KMG UPI), Koordinator Angkatan Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda angkatan X (PKPS X), Kepala Departemen Potensi Daerah di  Asgar Muda, serta pernah menjadi Presiden Imbasadi atau Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah seluruh Indonesia yang merupakan perkumpulan Bahasa Daerah Seluruh Indonesia mulai dari sumatra sampai papua.

Mulai dari tahun 2013 sampai saat ini beliau masih aktif mengajar di SMK Widya Mukti Yayasan Setia Bhakti dan sempat memiliki beberapa prestasi ketika mengajar diantaranya: terpilih sebagai SOSOK dalam koran KOMPAS dan diliput oleh beberapa media cetak lainnya seperti PR, Republika, dan koran lokal, menjadi Guru Pembimbing dan meraih juara 1, 2, 3 dalam acara SIPPI bogor, serta sempat beberapa kali membimbing siswa lainnya untuk mengikuti perlombaan. Selain prestasi saat menjadi guru, beliau juga pernah memiliki prestasi pribadi seperti menjadi Finalis Duta Bahasa Jawa barat, Finalis Nasional CEC Wave British Council, Finalis Lomba Presenter Bandung TV, PKM Wirausaha tingkat kampus, dan sering mengikuti seminar baik tingkat nasional maupun internasional.

 

Rahmi Asih 

Perempuan yang lahir pada tanggal 16 April 1994 ini merupakan anak kelima dari Pendiri Yayasan Setia Bhakti Genteng. Sebagai bagian dari keluarga besar Yayasan Setia Bhakti, membuat dia sangat peduli dalam memperhatikan permberdayaan perempuan di sekitarnya terutama perempuan yang masih dalam usia sekolah dan perlu bimbingan dalam pembiayaan sekolah. Gagasannya mengenai optimalisasi potensi peternakan domba rumahan siswa miskin di Desa Genteng mengantarnya sebagai salah satu finalis British Council CEC Enterprise Challenge tahun 2013.

Alumni Program Manajemen S1 Universitas Widyatama ini, selain mampu menyelesaikan pendidikan dengan predikat cum laude juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Kini, pemiliki akun instagram @Rahmiasih ini memiliki jabatan sebagai Vice General Secretary Yayasan Setia Bhakti.

  

Eva Laela Hidayati

Putri bungsu dari Drs. H. Iing Solihin dan Hj. Uyum Yuningsih ini lahir di Garut tanggal 27 Mei 1985. Kepeduliannya terhadap lingkungan dan pendidikan serta pemberdayaan wanita telah mendorongnya bergabung dalam keluarga besar Yayasan Setia Bhakti. Sebagai Sarjana Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (2007) membuat dia ikut serta aktif dalam segala kegiatan Yasebha Agro seperti penanaman kembali lahan rusak, pembibitan pohon & pembuatan kompos. Aktif pula dalam memberikan pelatihan kewirausahaan untuk siswa yang kurang mampu. Selain itu, Bersama-sama dengan anggota Yayasan lainnya mengembangkan Pasar Sehat Genteng dan atas hal itu telah memberinya penghargaan sebagai Runner-up MBM Challenge dari Bank Mandri tahun 2012 dan Finalis BII Sukma Award tahun 2013.

Istri dari Anton Abdul Fatah ini semakin terlibat dalam segala sektor Yayasan Setia Bhakti sehingga diberi tanggung jawab sebagai Head of Research and Development Program. Fokusnya saat ini bukan hanya memberikan wadah dan peluang akan potensi yang sudah ada namun juga menjalin kerja sama dengan pihak lainnya untuk kemajuan Yayasan Setia Bhakti.

 

f t g

 

Yayasan Setia Bhakti Genteng (Yasebha) merupakan sebuah institusi independen yang bergerak pada empat sektor utama: Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Seni dan Budaya. Di sektor pendidikan, Yasebha memiliki 6 sekolah di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Empat sekolah di Kabupaten Garut yaitu (1) TK Setia Bhakti, (2) SMP Setia Bhakti Cilawu, (3) SMA Setia Bhakti Cilawu, dan (4) SMK Setia Bhakti Cilawu. Adapun dua sekolah kami di Kabupaten Tasikmalaya yaitu SMP Widya Mukti dan SMK Widya Mukti. Selain pendidikan formal, kami juga bergerak di bidang pendidikan informal antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai kursus keahlian.

 

Sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Sunda, Yasebha mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Setia Bhakti. Sanggar ini menaungi siswa/i dari sekolah-sekolah di bawah Yasebha, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.

 

Di sektor ekonomi, Yasebha mendirikan beberapa Toko Bahan Bangunan dan Pembuatan Mebelair di Kabupaten Garut dan Kota Bandung. Yasebha juga mendirikan Pasar Sehat Genteng, sebuah pasar tradisional swadaya pertama di Garut yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, Yasebha mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. Berbekal dari pengalaman tersebut, cakupan semakin diperluas dengan kegiatan rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat industri batu bata dengan metode Agroforestry.