Copyright 2026 - www.setiabhakti.id

Rapat awal tahun pelajaran dan pembagian SOTK Lembaga Pendidikan di bawah naungan Yayasan Setia Bhakti Genteng. Dipimpin oleh Direktur Bidang Pendidikan, Kabid Bidang Pendidikan, serta HRD Yayasan Setia Bhakti, acara ini menjadi langkah awal kita untuk menyatukan visi dan misi dalam mencapai kesuksesan bersama. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi yang tinggi, kita siap menciptakan lingkungan belajar yang unggul dan inovatif. Terima kasih atas partisipasi dan komitmen seluruh pihak yang terlibat. Mari bersama-sama menggapai prestasi dan masa depan gemilang bagi seluruh peserta didik kita.

 

TK Setia Bhakti

SMP Setia Bhakti 

SMK Setia Bhakti 

SMA Setia Bhakti 

SMA Widya Mukti

f t g

 

Yayasan Setia Bhakti Genteng (Yasebha) merupakan sebuah institusi independen yang bergerak pada empat sektor utama: Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Seni dan Budaya. Di sektor pendidikan, Yasebha memiliki 6 sekolah di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Empat sekolah di Kabupaten Garut yaitu (1) TK Setia Bhakti, (2) SMP Setia Bhakti Cilawu, (3) SMA Setia Bhakti Cilawu, dan (4) SMK Setia Bhakti Cilawu. Adapun dua sekolah kami di Kabupaten Tasikmalaya yaitu SMP Widya Mukti dan SMK Widya Mukti. Selain pendidikan formal, kami juga bergerak di bidang pendidikan informal antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai kursus keahlian.

 

Sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Sunda, Yasebha mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Setia Bhakti. Sanggar ini menaungi siswa/i dari sekolah-sekolah di bawah Yasebha, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.

 

Di sektor ekonomi, Yasebha mendirikan beberapa Toko Bahan Bangunan dan Pembuatan Mebelair di Kabupaten Garut dan Kota Bandung. Yasebha juga mendirikan Pasar Sehat Genteng, sebuah pasar tradisional swadaya pertama di Garut yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, Yasebha mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. Berbekal dari pengalaman tersebut, cakupan semakin diperluas dengan kegiatan rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat industri batu bata dengan metode Agroforestry.