Copyright 2026 - www.setiabhakti.id

Kamis 6 Maret 2025, Apel Pembukaan Smarttren ✨️

Smartren merupakan gabungan dari kata "Smart" yang artinya pintar atau cerdas, dan "Pondok Pesantren", sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi tahunan di SMK Setia Bhakti Cilawu.

Bapak Kepala Sekolah SMK Setia Bhakti Cilawu, Bapak Taupik Hidayat, S.E., M.M. Ak, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan Smartren ini adalah untuk membekali siswa dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam, khususnya dalam bulan suci Ramadhan.

Kegiatan Smartren ini berlangsung selama 12 Hari. Para siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kelas-kelas pemahaman agama, pembacaan Al-Quran, diskusi kelompok, serta kegiatan-kegiatan sosial yang berorientasi keagamaan.

f t g

 

Yayasan Setia Bhakti Genteng (Yasebha) merupakan sebuah institusi independen yang bergerak pada empat sektor utama: Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Seni dan Budaya. Di sektor pendidikan, Yasebha memiliki 6 sekolah di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Empat sekolah di Kabupaten Garut yaitu (1) TK Setia Bhakti, (2) SMP Setia Bhakti Cilawu, (3) SMA Setia Bhakti Cilawu, dan (4) SMK Setia Bhakti Cilawu. Adapun dua sekolah kami di Kabupaten Tasikmalaya yaitu SMP Widya Mukti dan SMK Widya Mukti. Selain pendidikan formal, kami juga bergerak di bidang pendidikan informal antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai kursus keahlian.

 

Sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Sunda, Yasebha mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Setia Bhakti. Sanggar ini menaungi siswa/i dari sekolah-sekolah di bawah Yasebha, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.

 

Di sektor ekonomi, Yasebha mendirikan beberapa Toko Bahan Bangunan dan Pembuatan Mebelair di Kabupaten Garut dan Kota Bandung. Yasebha juga mendirikan Pasar Sehat Genteng, sebuah pasar tradisional swadaya pertama di Garut yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, Yasebha mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. Berbekal dari pengalaman tersebut, cakupan semakin diperluas dengan kegiatan rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat industri batu bata dengan metode Agroforestry.