Copyright 2019 - www.setiabhakti.id

1. Seni Degung Sunda

Sejak tahun 1992, Setia Bhakti melalui siswa/siswi dan guru-guru di sektor pendidikan telah aktif menjadikan seni degung sebagai salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Kemahiran siswa dan guru juga dipentaskan baik pada acara internal sekolah dan yayasan, maupun secara eksternal untuk pementasan di lingkungan masyarakat.

 

2. Seni Calung

Pengembangan seni calung masih didominasi oleh siswa pria di sekolah serta lingkung seni mitra Yayasan Setia Bhakti. Seni Calung senantiasa menjadi pilihan utama untuk pementasan di masyarakat, mengingat pengemasannya yang senantiasa dipadu-padankan dengan seni lawak berbasis Bahasa Sunda. Oleh karena itu, kami tergerak mengembangkan Seni Calung karena kemasannya yang juga turut melestarikan budaya tutur Bahasa Sunda terutama bagi generasi muda.

 

3. Seni Angklung

Sebagai salah satu world heritage dari Indonesia, kami pun turut serta melestarikan dan mengembangkan seni angklung untuk senantiasa dimainkan bersama orchestra seni tradisi lainnya.

 

4. Seni Kecapi Suling/Cianjuran

Sejak awal pendiriannya pada tahun 1990, keluarga besar Yayasan sangat menggandrungi seni kecapi suling baik sebagai penikmat maupun sebagai pemain. Oleh karenanya, seni kecapi suling dan Cianjuran merupakan salah satu seni yang dikembangkan oleh Setia Bhakti. Kesenian ini menggunakan alat musik kecapi dan suling, bisa ditampilkan secara instrumental ataupun disertai dengan vokal.

 

5. Upacara Adat Sunda

Keluhuran dan kearifan budaya Sunda tergambar secara lugas pada upacara adat yang dapat dikemas pada berbagai keperluan acara, seperti penyambutan tamu agung, pelepasan kelulusan murid, hingga perkawinan. Upacara Adat Sunda mengkombinasikan secara komprehensif berbagai unsur seni dari mulai degung, olah vokal, Bahasa tutur, kecapi suling, tari sunda, ibing penca, hingga budaya baju dan seni rias tradisi. Setia Bhakti setiap tahun senantiasa menggelar upacara adat sunda sebagai bagian dari acara-acara penting di Yayasan yang melibatkan siswa/siswi, guru, hingga masyarakat setempat.

 

6. Rampak Kendang

Daerah kami sangat terkenal dengan pementasan Adu Domba karena tidak hanya tradisi, namun juga menyangkut hajat hidup masyarakat lokal sebagai peternak domba Garut. Adu domba berfungsi utama sebagai sarana pemasaran bibit domba pejantan dikemas bersama tabuhan kendang penca. Atas kondisi ini, cukup banyak potensi dari siswa-siswa kami yang memiliki kemampuan menabuh kendang. Oleh karenanya, salah satu seni yang kami kembangkan adalah rampak kendang yang dapat menampilkan berbagai kreasi tabuh kendang disertai dengan koreografi tari tradisi yang memikat.

 

7. Ibing Penca

Ibing penca merupakan bagian kesenian yang ditampilkan di arena adu domba. Seni ini memperlihatkan keindahan dan ketangkasan gerakan bela diri pencak silat yang seirama dengan iringan kendang penca sebagai instrumen musik tradisional. Seni ini bisa ditampilkan baik secara individu maupun rampak (lebih dari 3 orang). Selain itu, seni ini memperlihatkan ketangkasan seni dengan menggunakan (alat tajam) seperti golok, tombak dll. 

 

8. Seni Tari Tradisi

Sebagai bagian dari pelestarian budaya, kami mengembangkan seni tari tradisi khususnya sunda contohnya jaipongan, tari merak. Selain itu, kami juga memiliki seni tari dari daerah Indoensia lainnya. 

 

9. Seni Tari Kontemporer

Sebagai wadah pengembangan dan bakat siswa, kami menciptakan penggabungan seni tari tradisional dan modern dance. Seni tari kontemporer ini tetap menjadikan tari tradisional sebagai komponen utama, yang disisipkan dengan gerakan modern dance sebagai variasinya.

 

10. Seni Olah Vokal Tradisi

Yasebha memiliki banyak potensi dan bakat siswa di bidang olah vokal khususnya dalam menyanyikan lagu-lagu sunda. Penampilan vokal ini dapat ditampilkan secara solo maupun banyak orang (rampak sekar) yang dapat diiringi oleh segala jenis seni musik sunda. 

 

11. Seni Olah Vokal

Kami memiliki penampilan olah vokal untuk lagu-lagu nasional maupun internasional. Kami memiliki solois, duo, vokal group dan paduan suara.

 

12. Seni Tradisi Berbasis Pementasan Massal

Ide awal dari pementasan awal ini adalah memberikan wadah kreatifitas untuk seluruh siswa. Pementasan ini merupakan kolaborasi dari segala jenis alat musik, baik modern maupun tradisional. Bukan hanya itu, pementasan ini melibatkan semua siswa yang aktif dalam ektrakulikuler. Salah satu contoh pementasan ini adalah helaran, gending karesmen, serta drama musikal (outdoor).

 

13. Rebana dan Marawis

Instrumen rebana dan marawis merupakan akulturasi budaya timur tengah yang diadopsi oleh Pesantren di Indonesia. Kami memiliki siswa-siswi juga tenaga pengajar yang tumbuh di lingkungan pesantren. Lagu-lagu yang dibawakan senantiasa bernuansa Islami, baik dengan menggunakan Bahasa arab, Bahasa Indonesia dan Bahasa sunda.

 

14. Band Orkestra

Yasebha memiliki band orchestra untuk mewadahi minat dan bakat para siswa dalam memainkan alat musik pop luar Indonesia. 

 

15. Marching Band

Marching Band Setia Bhakti berdiri pada tahun 1997 namun sempat vakum karena ketiadaan pelatih. Kini, kami telah dan akan kembali merintis group marching band yang akan menampilkan lagu-lagu tradisional. Bukan hanya dari segi musik, untuk menunjang penampilan, kostum yang digunakan pun menggunakan kain batik lokal daerah. 

 

16. Kolaborasi Seni Tradisi dan Pop

Sebagai wadah kreatifitas seni kami memiliki kolaborasi seni tradisi dan pop. Kami menampilkan seni musik dan vokal yang mengkolaborasikan lagu-lagu pop yang dibawakan secara tradisional maupun sebaliknya.

 

f t g

 

Yayasan Setia Bhakti Genteng (Yasebha) merupakan sebuah institusi independen yang bergerak pada empat sektor utama: Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Seni dan Budaya. Di sektor pendidikan, Yasebha memiliki 6 sekolah di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Empat sekolah di Kabupaten Garut yaitu (1) TK Setia Bhakti, (2) SMP Setia Bhakti Cilawu, (3) SMA Setia Bhakti Cilawu, dan (4) SMK Setia Bhakti Cilawu. Adapun dua sekolah kami di Kabupaten Tasikmalaya yaitu SMP Widya Mukti dan SMK Widya Mukti. Selain pendidikan formal, kami juga bergerak di bidang pendidikan informal antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta berbagai kursus keahlian.

 

Sebagai wujud kepedulian dalam melestarikan budaya luhur dan khasanah seni tradisional Sunda, Yasebha mendirikan Sanggar Seni dan Budaya Setia Bhakti. Sanggar ini menaungi siswa/i dari sekolah-sekolah di bawah Yasebha, termasuk masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan rutin berkesenian, pementasan, termasuk ajang kreasi seni dan budaya.

 

Di sektor ekonomi, Yasebha mendirikan beberapa Toko Bahan Bangunan dan Pembuatan Mebelair di Kabupaten Garut dan Kota Bandung. Yasebha juga mendirikan Pasar Sehat Genteng, sebuah pasar tradisional swadaya pertama di Garut yang memberikan peluang berusaha bagi masyarakat petani lokal berekonomi lemah. Adapun di sektor lingkungan, Yasebha mengajak masyarakat lokal untuk melakukan investasi dengan cara menanam kayu keras. Berbekal dari pengalaman tersebut, cakupan semakin diperluas dengan kegiatan rehabilitasi tanah pertanian yang rusak akibat industri batu bata dengan metode Agroforestry.